Rika Parlina SH,"Andrew's Party Korbankan Nasib Anak Anak Demi Kejar Keuntungan
Pekanbaru(tindaktegas.com) - Andrew's Party seperti tak peduli akan jeritan masyarakat.Pengelola terus membiarkan anak anak dibawah umur leluasa masuk kedalam Tempat Hiburan Malam (THM) Andrew's Party.Bahkan pengelola juga berani menjual minuman keras pada anak dibawah umur.Akibat miras yang dinikmati tersebut, sebahagian besar anak anak dibawah umur ini pulang dalam keadaan mabuk berat.
Kekecewaan ini juga disampaikan oleh Aktivis Perempuan dan Anak Rika Parlina SH."Masyarakat tidak melarang adanya THM di Pekanbaru.Keberadaan mereka sebenarnya dapat meningkatkan pendapatan asli daerah,baik itu dari pajak maupun lainya.Hanya saja pengelola harus konsisten pada izin dan aturan yang berlaku.Jangan karena mengejar keuntungan belaka mereka menghalalkan semuanya,"ujar Rika Parlina.
"Salah satu yang kami sorot adalah soal banyaknya anak anak dibawah umur yang bebas keluar masuk THM Andrew's Party.Mereka larut dalam gemerlap lampu remang remang yang menghanyutkan.Waktu malam sebagai waktu istirahat dan melakukan tugas sekolah seperti terlupakan oleh dentuman musik.Bahkan pelajaran tak lagi dipikirkan dan juga melewatkan waktu sekolah,"lanjut Rika Parlina S.H.
Aktivis yang konsisten memperjuangkan nasib perempuan dan anak ini juga kecewa atas diperjual belikan miras pada anak anak dibawah umur.Kadar yang diduga melebihi ambang batas juga dapat membahayakan kesehatan anak anak dibawah umur.
"Kita paham bahwa keberadaan miras di THM sudah menjadi rahasia umum.Bahkan diduga ada beberapa jenis miras yang memiliki kadar Alkohol cukup tinggi.Jika diminum tidak saja melanggar ajaran agama dan adat tapi juga berdampak pada kesehatan.Belum lagi resiko lainnya seperti dapat menimbulkan kecelakaan pada diri sendiri atau pada orang lain,"ucap Rika Parlina S.H
"Di THM Andrew's Party kami menemukan pengelola menjual bebas miras ini.Tak peduli orang dewasa atau anak dibawah umur.Asal ada duit maka mereka menjualnya.Semua dampak lain tak mereka pikirkan.Pengelola hanya mengejar untung belaka,"Tambah Rika Parlina S.H.
"Jika hanya orang dewasa yang bisa membeli miras maka kami tak akan terlalu peduli.Tapi kenyataannya banyak anak anak yang beli dan akhirnya larut dalam minuman keras.Mereka mabuk berat,bahkan ada yang tumbang akibat mabuk.Ironinya pengelola seperti lepas tanggung jawab.Anak anak yang tumbang itu dibiarkan tanpa tanggung jawab, jika pun ada yang temani hanyalah teman teman yang sama datang ke Andreas Party.Kondisi ini bukankah sebuah pemandangan yang sangat miris."
Rika Parlina berharap agar pengelola Andreas Party dan Pemda mampu menjalankan tugas serta tanggung jawabnya.Pemda sebagai pembuat aturan dan pemberi izin harus mampu menjalankan topoksinya menindak pelanggaran bukan malah pembiaran.Begitu juga pengelola harus patuh pada aturan dan mampu lindungi nasib anak anak dibawah umur bukan cuma rupiah belaka.
Amrizal




