POLRES KAMPAR GELAR FGD KKP SERDIK SESPIMMEN – OPTIMALISASI GREEN POLICING UNTUK CEGAH KARHUTLA DAN JAGA KAMTIBMAS

POLRES KAMPAR GELAR FGD KKP SERDIK SESPIMMEN – OPTIMALISASI GREEN POLICING UNTUK CEGAH KARHUTLA DAN JAGA KAMTIBMAS

KAMPAR(tindaktegas.com)  – Sebagai bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Profesi (KKP) Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-66 Tahun Akademik 2026, Polres Kampar menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Optimalisasi Pelaksanaan Green Policing Guna Mencegah Terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan Dalam Rangka Mewujudkan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif di Wilayah Hukum Polres Kampar" pada hari Senin (18/05/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan ini menjadi wadah untuk menyusun strategi bersama dalam menangani tantangan lingkungan dan keamanan masyarakat di Kabupaten Kampar.

Hadir dalam acara yang penuh makna ini Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., perwakilan Kajari Kampar, perwakilan Kalaksa BPBD Kampar, perwakilan Dandim 0313/KPR, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar atau yang mewakili, Wakapolres Kampar Kompol Rizky Hidayat, S.E., S.I.K., M.H., para PJU Polres Kampar, perwira pendamping Serdik Sespimmen yaitu KBP Cahyo Hadi Prabowo, S.H., S.I.K., M.A.P., KBP Deny Agung Adriana, S.I.K., M.H., KBP Noffan Widyayoko, S.I.K., M.A., seluruh peserta Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-66 T.A 2026, Ketua Lembaga Adat Kampar, tokoh agama Muhammad Nur, tokoh pemuda Yuzar, perwakilan LSM Kampar, serta perwakilan pelajar beserta guru pendamping dari SMKN 1 Kuok dan SMPN 2 Laboy Jaya.

Kapolres Kampar Akbp Boby Putra Ramadhan Sebayang melalui Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat, menyampaikan bahwa Kegiatan FGD KKP kali ini bukan hanya bagian dari proses pendidikan bagi peserta Serdik Sespimmen, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menyatukan visi seluruh elemen masyarakat dalam mengatasi permasalahan lingkungan dan keamanan. Green Policing yang kami gencarkan bukan hanya tentang pelestarian alam, tetapi juga tentang menciptakan kondisi kamtibmas yang kondusif – karena kerusakan lingkungan dan terjadinya Karhutla akan berdampak langsung pada kesejahteraan dan keamanan masyarakat," tegas Wakapolres dalam sambutan pembukaan.

Beliau menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, lembaga terkait, serta masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam mewujudkan tujuan ini. "Kita tidak dapat menangani masalah lingkungan sendirian. Dibutuhkan kerja sama yang erat dan sinergi yang kuat dari semua pihak untuk memastikan bahwa upaya pencegahan Karhutla dan pelestarian alam berjalan dengan efektif," jelasnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pendalaman materi dan wawancara bersama Bupati Kampar serta Wakil Bupati Kampar di Kantor Bupati Kampar, di mana berbagai isu terkait kebijakan daerah dalam menangani lingkungan dan kamtibmas dibahas secara mendalam. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan resmi KKP oleh Wakapolres Kampar, diikuti oleh sesi wawancara dan diskusi bersama pihak internal Polres Kampar dan eksternal yang meliputi Bupati Kampar, Dandim 0313/KPR, Kajari Kampar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BPBD Kampar, tokoh masyarakat adat, agama, pemuda, serta berbagai stakeholder lainnya.

Dalam sesi diskusi, berbagai pandangan dan usulan disampaikan oleh para peserta. Perwakilan BPBD Kampar menjelaskan tantangan teknis dalam mendeteksi dan menanggulangi Karhutla di wilayah Kampar, sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengemukakan kebijakan daerah dalam pengelolaan hutan dan lahan. Tokoh adat menyampaikan pentingnya memasukkan nilai-nilai budaya dalam upaya pelestarian alam, sedangkan tokoh agama mengajak untuk menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual masyarakat.

Perwakilan pelajar dari SMKN 1 Kuok dan SMPN 2 Laboy Jaya juga aktif berpartisipasi, menyampaikan ide-ide kreatif tentang bagaimana generasi muda dapat berkontribusi dalam program Green Policing, seperti melalui kampanye penyuluhan di sekolah dan lingkungan masyarakat.

Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah Bangkinang, di mana peserta Serdik Sespimmen beserta pihak terkait memberikan bantuan berupa kebutuhan dasar dan perlengkapan pendidikan bagi anak-anak di panti asuhan. Kegiatan ini menjadi bentuk implementasi dari nilai-nilai Green Policing yang tidak hanya fokus pada lingkungan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., dalam kesempatan tersebut mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Polres Kampar. "Program seperti ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membangun kolaborasi untuk kemajuan daerah. Kita harus terus memperkuat kerja sama ini agar Kabupaten Kampar dapat menjadi daerah yang aman, lestari, dan sejahtera," ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan hari pertama berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan FGD akan dilanjutkan kembali pada hari Selasa (19/05/2026) dengan fokus pada penyusunan rekomendasi dan rencana aksi konkret dalam implementasi Green Policing untuk pencegahan Karhutla dan peningkatan kamtibmas di Kabupaten Kampar.