Merasa Ditipu,Oknum DPRD Riau Akan Dilaporkan Ke Polisi
Salah seorang anggota DPRD Riau berinsial A akan dilaporkan pada Dewan kehormatan DPRD Riau dan kepolisian oleh B.Laporan yang akan dibuat ini tak lepas persoalan pinjaman pelunasan mobil milik A yang dilakukan oleh B.Meskipun peristiwa tersebut telah terjadi berbulan bulan,namun hingga saat ini oknum DPRD dari partai PDIP ini tak memperlihatkan itikad baik.Dirinya terus memperlihatkan sikap seorang politikus busuk yang cuma berani mengumbar janji janji tanpa bukti.
Menurut B kejadian ini berawal saat oknum A meminta dirinya untuk melunasi cicilan mobil Estrada milik A.Karena memang berteman baik dan ada uang maka A membantu untuk melunasi.
"Beberapa bulan yang lalu mobil Estrada milik oknum A jatuh tempo cicilan.Saat itu A sedang tidak memegang uang.Oknum DPRD dari dapil V ini lalu meminta B untuk membantu membayarkan cicilan dengan janji akan dibayar dalam waktu seminggu.Karena berteman baik dan percaya sama janjinya dan iming iming nya akhirnya saya pun membayar cicilan tersebut sebesar Rp.50 juta,"ujar A
"Namun setelah waktu ditentukan,saya pun menagih hutang tersebut.Setiap ditagih Oknum A terus mengelak dan meminta waktu.Kejadian itu terus berulang sampai saat ini.Oknum A tidak pernah mau mengganti uang saya yang telah dipakai sebesar Rp.50 juta.Setiap ditagih cuma kekecewaan yang saya dapatkan.Bahkan oknum ini sedikitpun tak mau mengansur uang saya,"
"Saya merasa bahwa oknum ini seperti politikus busuk lainnya yang hanya pandai menipu orang dengan janji janji palsu.Saya rasa dia pun bisa duduk di DPRD provinsi Riau juga cuma modal janji janji kosong.Pasti banyak konstituennya yang telah diberikan janji kosong saja,tambah A
Belum adanya itikad baik dari oknum DPRD Riau berinsial A membuat B menjadi gerah.Dirinya berencana membawa persoalan ini kejalur hukum untuk memperoleh keadilan.Selain itu B juga akan melayangkan surat ke Badan Kehormatan DPRD Riau karena apa yang dilakukan oleh A ini sudah mencemarkan Marwah lembaga terhormat bangsa.Sikap yang diperlihatkan bukanlah sikap seorang pejabat negara.
Untuk memperoleh informasi yang akurat dan berimbang awak media coba mengkonfirmasi persoalan ini pada oknum A melalui pesan WhatsApp.Dari informasi yang diperoleh oknum DPRD Riau ini mengakui bahwa apa yang disampaikan adalah benar
"Maaf bang baru balas.Apa yang disampaikan memang benar.Saya memang ada kewajiban yang mesti dipenuhi pada B.Untuk itu saya akan koordinasi dengan B nanti bang,ujar A saat dikonfirmasi awal
Oknum DPRD Riau ini berjanji akan melunasi dalam empat kedepan.Namun lagi lagi janji itu cuma janji.Hingga waktu yang ditentukan oknum A tak pernah ada niat untuk mencicil kewajibannya.Begitu juga saat konfirmasi kedua oknum A kembali memberikan jawaban akan menyelesaikan dengan A.
"Iyaaaa bang ,, memang betul bg,saya akui saya salah bg,ini sy lgi sedang komunikasi dgn yg bersangkutan yaitu bg B.Ini saya lagi berunding dari yang bersangkutan bg.Jadi jangan diekspose dulu."
Lagi lagi apa yang disampaikan oleh A cuma bohong belaka.Karena hingga detik ini belum ada oknum A memiliki niat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.Oknum A tak pernah menghubungi dan berkoordinasi dengan B
Amrizal




